Tuesday, November 19, 2019

Minoritas Yang Diperhitungkan

Shalom, selamat siang pembaca. Saya Nave mau berbagi kesaksian mengenai perihal minoritas. Saya bersuku batak toba dan beragama Kristen, saya lahir di Lhokseumawe. Tentunya kita tahu, bahwa Lhokseumawe bermayoritaskan suku Aceh dan agama Islam, tapi itu tidak menjadi penghalang untuk saya berteman dengan mereka, bahkan saya sempat belajar bahasa Aceh dan bahasa Arab ketika bersekolah dulu (sampai sekarang saya masih bisa berbahasa Aceh, kalau berbahasa arab yang saya ingat itu kalimat ahlan wah sahlan *maaf jika penulisannya salah). Itulah toleransi beragama dan bersuku budaya di Lhokseumawe, namun ada juga beberapa orang yang tidak menyukai saya dikarenakan suku dan agama saya.

Dari saya SD, SMP dan SMK di Lhokseumawe, puji Tuhan saya termasuk orang yang disenangi guru dan teman-teman sekelas, saya juga termasuk siswa yang berprestasi. Nah, yang mau saya bagikan disini sebagai seorang minoritas, kita tidak perlu takut dan pesimis terhadap lingkungan kita. Dari pengalaman saya, saya dapat berteman baik dengan mereka karena yang pertama saya harus menjaga etika, bagaimana membuat mereka dapat percaya dengan saya. Dan juga kita harus memiliki kemampuan atau keahlian untuk dapat membantu mereka.

Dari SD, SMP dan SMK saya mengikuti pelajaran agama Islam (tidak ada paksaan untuk mengikuti itu), saya melakukan itu karena saya mau menunjukan bahwa ketika mereka bisa menerima saya dengan agama saya, tentunya saya juga menerima mereka dengan agama mereka (hal ini kembali ke pribadi teman-teman lagi), Menurut saya ini adalah toleransi beragama yang baik di lingkungan sekolah, dan juga bagi saya tidak ada masalah untuk mempelajari agama diluar agama saya, karena semua agama mengajaran hal yang baik. Tapi mengenai keselamatan itu kembali ke pribadi masing-masing mengenai agama apa yang harus diikutinya.

Selama bersekolah di Lhokseumawe, saya tidak pernah mendapat perlakuan diskriminasi karena suku dan agama. Ketika di SD, saya dipercaya pihak sekolah untuk mengikuti berbagai lomba baik itu mata pelajaran maupun olahraga. di SMP dan SMK saya juga dipercaya sebagai ketua kelas dan anggota osis serta diikutkan untuk membantu sekolah dalam berbagai cerdas cermat sekolah.

Dari semua yang saya ceritakan tentang pengalaman saya di posisi minoritas, kita tidak perlu memakai alasan "cemanalah, karena minoritas". Sama seperti pepatah yang mengatakan Dimanapun Emas diletakkan, Emas tetaplah Emas, jadi walaupun kita diposisi minoritas jangan pesimis, teruslah berusaha dan berjuang mencapai setiap impian teman-teman semua. Semoga sharing ini bisa membantu teman-teman semua, dan jangan membeda-bedakan teman karena perbedaan suku dan agama, apalagi karena kaya atau miskinnya seseorang.

Tujuan Blog

Salam kenal buat teman-teman yang sedang membaca blog ini, Blog ini saya buat untuk berbagi pengalaman/kesaksian, baik dari pribadi maupun orang-orang disekitar saya. Jika teman-teman ingin berbagi pengalaman/kesaksian silahkan kirim ke Email: thetimeenjoy@gmail.com untuk saya posting di blog ini.

Pengalaman yang dibagikan bisa berupa pengalaman dalam dunia kerja, pengalaman hal-hal yang seru/menegangkan, dan kesaksian hidup berupa terlepas dari ikatan dosa, kesembuhan dari sakit dsb. yang penting itu pengalaman yang benar adanya.

Supaya melalui blog ini, kita dapat saling membantu, mengingatkan dan menguatkan dari setiap hal yang bisa kita bagikan untuk teman-teman yang lain.